#header:hover{ -webkit-transition-duration: 2s; -moz-transform: rotate(7deg); -webkit-transform: rotate(7deg); "Coretan Kehidupan Kembara Ilmu": May 2015

Sunday, 3 May 2015

Pengakhiran Kalam sebelum melabuhkan Tirai

 


بسم الله الرحمن الرحيم

     Assalamualaikum w.b.t . Kami mengucapkan jutaan terima kasih yang tidak terhingga kepada sahabat-sahabat seperjuangan sekalian, tidak lupa juga kepada pensyarah  kami memberi masa lapangan dan sokongan untuk menghasilkan satu laman blog sendiri sebagai mahasiswa yang berintegriti dalam menyalurkan sebarang maklumat atau informasi SEBAGAI AKTIVITI DAKWAH KAMI kepada masyarakat di luar sana.
     
  Selain itu,ucapan terima kasih juga Kepada sahabat-sahabat kami yang lain sentiasa memberi sokongan padu kepada kumpulan kami untuk menyiapkan tugasan ini dengan sebaik mungkin dan sempurna.


Akhirulkalam dari kumpulan kami :
JADILAH MAHASISWA INTEGRITI DAN SENTIASA CAKNA KEADAAN SEKELILING DALAM MENYEBARKAN ILMU YANG DIPELAJARI AGAR KITA TIDAK TERGOLONG DALAM GOLONGAN PEMUDA YANG TERKEBELAKANG.

ILMU ITU LEBIH BAIK DARIPADA HARTA,
ILMU MENJAGA ENGKAU DAN ENGKAU MENJAGA HARTA, ILMU ITU PENGHUKUM ( HAKIM) DAN HARTA TERHUKUM. HARTA ITU KURANG APABILA DIBELANJAKAN TETAPI ILMU BERTAMBAH BILA DIBELANJAKAN.
(Khalifah Ali bin Abi Talib)


Ikuti laman video kami di : https://www.youtube.com/watch?v=lYqIWP_x0rE

Friday, 1 May 2015

Four Brother's Badminton in the world.

   Malaysia's most famous badminton playing family is the Sideks. This legendary family produced four badminton champions- Misbun,Razif,Jalani and Rashid.Dato' Haji Sidek, himself passionate about badminton, trained his sons when they were young.


  • Misbun

Eldest brother Misbun was Malaysia's top men's singles badminton player in the 1980's. He represented the country in Thomas Cup and the All-England. He won numerous titles including the Swedish Open,German Open,Canadian Open and Malaysian Open. This world beater defeated players like Morten Frost,Prakash Padukone,Icuk Sugiarto and Han Jian and won the Sportsman of the Year award twice- in 1981 and 1983.

Misbun turned professional 1985 and was the first Asian athlete to be signed by the International
Management Group (which managed among others Paolo Rossi,Martina Navratilova and Ivan Lendl).

Misbun is now adviser to the Nusa Mahsuri badminton club and is also a national singles coach. As a coach,Misbun has produced the champions. During his tenure as coach at Nusa Mahsuri, he guided younger brother Rashid Sidek and Roslin Hashim to the top of the rankings. He also shaped Hafiz (Roslin's younger brother) into a commonwealth Games champion and Thomas Cup Hero.


  • Razif and Jalani

Misbun's younger brothers, Razif and Jalani, won the All England men's doubles in 1982. Jalani, who was 19 years old when he won the All England title, was the youngest Malaysian to have done so. Ten years later, the pair were part of the country's winning Thomas Cup team. Other titles they won, in the course of their sports career,include the Canadian Open, Swedish Open, Japanese Open,Indonesian Open,Australian Open,Chinese Open,Hong Kong Open and German Open.

Razif and Jalani won the SEA Games badminton men's doubles gold medal in 1985. In 1990, they won the commonwealth Games doubles gold and Asian Games bronze. The pair was the Best Male Team of the year Award for three consecutive years from the 1985 to 1987.

Of all their achievement,their most significant was winning the country's first Olympics medal (men's doubles bronze) a the Atlanta Olympics in 1992. Razif was the Malaysian flag bearer at the Olympic Games that year.


  • Rashid
Four years after his brother's Olympic success,Rashid won the Olympic badminton singles bronze medal in Barcelona. He also scored successes at the Commonwealth Games: he won medals in three successive Games-the singles bronze and doubles gold ( with partner Ong Beng Teong) in 1982, the singles gold and doubles silver (with partner Cheah Soon Kit) in 1994.

The year 1992 was a winning year for Rashid. He won the World Badminton Grand Prix singles title and was a member of the winning Thomas Cup team. In 1994, he won the Asian Cup and was the All England runner-up. He was won the sportsman of the year award four times - in 1990,1992,1993 and 1996.

Rashid who was ranked the world no. 1 in 1997, is the chief coach foe the project 2010-2012 badminton squad.Rashid together with brothers Razif and Jalani were inducted into the OCM Hall of Frame in 2002.

Pengorbanan dan Kasih Sayang Seorang Ibu,


PENGORBANAN DAN KASIH SAYANG SEORANG IBU

ibu..ibu..engkaulah ratu hatiku
 
Setiap orang pasti memiliki seorang ibu. Ibu adalah orang yang paling banyak jasa kepada kita. Kita tidak akan sanggup menghitung jasa seorang ibu kita. Jasa dan pengorbanan yang dilakukannya sedemikian besar, sehingga mustahil bagi kita untuk membalas jasanya.

Pengorbanan seorang ibu sudah dimulai sejak kita masih berada dalam kandungannya. Kita lihat saja sekarang, apa yang dialami oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Dengan hati-hati seorang ibu akan berusaha untuk menjaga kandungannya supaya tetap sihat.

Pengorbanan yang paling besar dilaluinya adalah disaat kita dilahirkan. Bahkan dia rela mengorbankan nyawanya agar kita dapat lahir dengan selamat.
 
Jika kita renungkan lebih jauh, besarnya jasa seorang ibu tidak akan pernah dapat kita balas. Meskipun kita memberikan harta yang melimpah, memberikan perhatian yang banyak, namun jasanya tidak akan terbalas, sampai akhir hayat.

Sayangnya, saat ini ramai diantara kita yang berani  menentang orang tuanya. Jika keinginan tidak dapat dipenuhi, bermacam cara dilakukannya sehingga sanggup menganiaya sang ibu, yang telah mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

Fenomena seperti ini suadah banyak terjadi di sekitar kita.. Meskipun demikian, seorang ibu tetap menunjukkan kasih sayangnya yang tidak terhingga. Layakkah kita membalas kasih sayang dan kebaikan ibu kita dengan perilaku yang menyakiti hatinya?

Kerana itu dalam kitab suci Al Quranul Karim, Allah SWT memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua kita, terutama kepada ibu kita. Hal ini terdapat dalam beberapa ayat iaitu:


  • “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua- duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu menyatakan perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”
 (Al- Isra’: 23-24)


  • “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang terdekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” ( An-nisa:36)

Sayangilah ibu kita